Jurnal Vorteks http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks <p>ISSN: <a title="ISSN cetak" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1603455655&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"><span class="fontstyle0">2746-9778 </span><span class="fontstyle2">(media cetak)</span></a>| ISSN: <a title="ISSN Online" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1603453399&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"><span class="fontstyle0">2746-976X </span><span class="fontstyle2">(media online)</span></a><br /><br />Jurnal Vorteks dipublikasikan oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Al Azhar Medan. Artikel/karya ilmiah yang akan dimuat pada jurnal ini adalah Artikel/karya ilmiah yang berkaitan di bidang Sistem Teknik meliputi bidang Konversi Energi, Perancangan Mekanik dan Manajemen Proyek, proses Manufaktur, Material dan Sistem Produksi, Konstruksi Jalan Raya dan Air, Energi Terbarukan, Mekatronika. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu bulan Oktober dan April.</p> Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan en-US Jurnal Vorteks 2746-9778 Analisis pengujian karakteristik dan perbandingan transformasi pada trafo 1 fasa http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/33 <p>Berdasarkan data hasil pengujian pada magnetisasi inti transformator, diperoleh saat pengisian (trafo mulai diberikan tegangan dari rendah ke tinggi) arus akan mengalir dan terus meningkat. Pengukuran V dan I dilakukan pada saat tegangan dinaikkan sampai 120 % nominal dan tegangan diturunkan sampai I sama dengan nol. Pada saat batas minimum arus tidak bernilai nol tetapi 8,7 mA, sedangkan pada saat tegangan maksimum 250 V arus bernilai 44,2 mA. Hal ini dikarenakan adanya magnet sisa yang terdapat dalam belitan trafo maka akan terjadi rugi Hysteresis. Pengujian perbandingan transformasi pada trafo satu fasa melakukan percobaan 1 pada sisi primer tegangan rendah&nbsp; dan percobaan 2 sisi primer tegangan tinggi. Adapun nilai tegangan V2 yang didapat 26,6 V pada sisi primer tegangan rendah V1 sebesar 6 V, sedangkan nilai tegangan V2 bernilai 5,9 V pada sisi primer tegangan tinggi V1 sebesar 25 V di mana nilai idealnya ar = 0,225 dan at = 4,237</p> maharani Ibnu Hajar Cholish Abdullah Andri Ramadhan Copyright (c) 2021 maharani, Ibnu Hajar, Cholish, Abdullah, Andri Ramadhan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-04-30 2021-04-30 2 1 51 54 Analisis karakteristik hasil pengukuran terhadap arus dan tegangan pada suatu resistansi http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/34 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai arus dan tegangan pada suatu resistansi melalui pengukuran dengan alat ukur amperemeter dan voltmeter. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan analisis kuantitatif yang memanfaatkan angka atau data pada suatu pengukuran yang terbaca. Adapun tegangan yang dihasilkan pada pengukuran yaitu 160 mV, 350mV, 390mV dengan menggunakan nilai hambatan sebesar 47 ? dan arus yang diperoleh adalah 85mA, 170 mA, 240 mA sedangkan dengan menggunakan hambatan sebesar 220 ? diperoleh nilai tegangan 160 mV, 130 mV, 110 mV dan untuk arus melalui R tersebut diperoleh 129 mA, 109 mA, 83 mA. Pada saat dirangkaikan secara seri maupun paralel nilai tegangan pengukuran dan tegangan dari <em>power</em> <em>supply</em> tidak terlalu berbeda jauh. Namun, hasil perhitungan secara praktik maupun teori didapati perbedaan dengan persentase rata-rata sebesar 3.6%. hal itu terjadi karena adanya nilai tahanan dalam yang terdapat pada suatu alat ukur sebesar 0,01 ohm.</p> Sinta Marito Samaria Chrisna HS Copyright (c) 2021 Sinta Marito , Samaria Chrisna HS https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-04-30 2021-04-30 2 1 55 59 Rancangan sistem multi item single supplier sebagai pengendali jumlah dan frekuensi pemesanan beberapa bahan baku untuk meminimasi total biaya persediaan (studi kasus di PT. X) http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/35 <p>Pengendalian persediaan dibutuhkan untuk melancarkan proses produksi, memaksimalkan kepuasan konsumen dan meminimasi biaya pengadaan persediaan. Penelitian ini membahas sistem pengendalian bahan baku surat kabar yaitu kertas dan plate dengan menggunakan metode Multi Item <em>Single</em> <em>Supplier</em>, dimana bahan bakunya berasal dari <em>supplier</em> yang sama sehingga pemesanan dilakukan secara bersamaan agar dapat meminimasi biaya total yang dikeluarkan dari perusahaan. Metode Multi Item <em>Single</em> <em>Supplier</em> digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan dan total biaya persediaan untuk beberapa bahan baku yang berasal dari satu <em>supplier</em>. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan metode Multi Item <em>Single</em> <em>Supplier</em> perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar 36,2% hingga 38,7% dibandingkan dengan total biaya persediaan aktual perusahaan sebelumnya</p> Abdul Azis Syarif Budi Santri Kusuma Copyright (c) 2021 Abdul Azis Syarif, Budi Santri Kusuma https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-04-30 2021-04-30 2 1 60 65 Usulan perbaikan lintasan produksi dengan menggunakan metode theory of constraint dan metode moddie young http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/36 <p>PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut <em>bottleneck</em>. Hal ini dinilai mengakibatkan <em>throughput</em> pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja <em>bottleneck</em> dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja <em>bottleneck</em> sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria <em>line</em> <em>balancing</em>. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah <em>Theory</em> <em>of</em> <em>Constraint</em> (TOC) dan metode <em>Moodie</em> <em>Young</em> yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien.&nbsp; Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan <em>bottleneck</em> yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja <em>skiving</em>, <em>cementing</em>, <em>repairing</em>, <em>envolving</em> dan <em>finishing</em>, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai <em>smoothing</em> <em>index</em> 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode <em>Moodie</em> Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode <em>Moodie</em> Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai <em>smoothing</em> <em>index</em> 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.</p> Mifthahul Ahyan Eddy Kotto Uun Novalia Harahap Copyright (c) 2021 Mifthahul Ahyan, Eddy Kotto, Uun Novalia Harahap https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-04-30 2021-04-30 2 1 66 77 Analisis reschedule terhadap pelaksanaan pekerjaan struktur bawah gedung fmipa UNIMED http://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/37 <p>Dari hasil analisis urutan pelaksanaan diperoleh bahwa metode pelaksanaan pekerjaan pilecap dilakukan setelah pekerjaan pondasi selesai seratus persen. Hal ini menyebabkan adanya durasi waktu yang terbuang tanpa ada pelaksanaan yang bisa dilakukan, dengan menunggu pekerjaan pondasi selesai. Seharusnya ada pekerjaan yang dapat dilakukan secara bersamaan seperti pekerjaan pengeboran pondasi dan pengecoran sektor 2 dapat dilakukan bersama dengan pekerjaan pile cap disektor 1. Metode kerja juga dibagi menjadi dua zona pelaksanaan yaitu sektor 1 dan sektor 2, dimana masing masing sektor dibagi dalam pekerjaan yang sama yaitu pengeboran pondasi sekaligus pengecoran pile dan pekerjaan pile cap. Pembagian kerja ini juga selain memudahkan pekerjaan, juga dapat mempercepat durasi pelaksanaa pekerjaan struktur bawah gedung tersebut. Persiapan kerja seperti pengukuran, pembebasan lokasi kerja, kesiapan material, mobilisasi alat berat, dan keandalan <em>man</em> <em>power</em> yang terdiri dari pekerja dan manajemen pengawasan menjadi pendukung kuat keefektifan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Struktur kerja dan kecakapan teknik lapangan yang terstruktur dengan baik akan memberikan analisis dan keputusan lapangan yang <em>solutif</em> juga sangat diharapkan sebagai komponen manajemen lapangan yang baik</p> Muhammad Yusup Copyright (c) 2021 Muhammad Yusup https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-04-30 2021-04-30 2 1 78 84