https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/issue/feed Jurnal Agrofolium 2022-02-28T23:05:57+07:00 Aisyah Lubis,S.P.,MP jurnalagrofoliumfp@gmail.com Open Journal Systems <p>ISSN : <a title="issn cetak" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210922250839522" target="_blank" rel="noopener">2808-0815 (media cetak)</a>| ISSN : <a title="issn online" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210922300861522" target="_blank" rel="noopener">2808-0114 (media online)</a></p> <p>Jurnal AGROFOLIUM adalah wadah menerbitkan artikel penelitian yang asli dibidang Pertanian khususnya Agroteknologi. Jurnal ini dekelola oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Al Azhar Medan terbit 2 kali setahun yaitu bulan Agustus dan Februari. Tim editorial bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dan inovasi yang kreatif, berkualitas tinggi dengan mengangkat berbagai hasil riset atau penelitian maupun studi kasus yang terjadi dilapangan dari berbagai aspek dan perspektif yang berkembang dalam masyarakat.</p> https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/123 Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) 2022-02-28T20:08:37+07:00 Aisyah Lubis aisyahlubis@gmail.com Erlita Chaniago erlitacaniago@gmail.com Dermawan Hutagaol dermawanhutagaol@gmail.com Fachry Gunawan fachrygunawan@gmail.com <p>Upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara pemupukan baik pupuk organik maupun pupuk kimia (anorganik). Kecenderungan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu serta interaksinya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti, yaitu Trichoderma (T) 4 taraf dan Kompos Ampas Tahu (A) 3 taraf yang terdiri dari 12 kombinasi dengan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah Trichoderma (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 = 0 g tanaman-1, T1 = 10 g tanaman-1, T2 = 20 g tanaman-1, T3 = 30 g tanaman-1. Faktor kedua adalah kompos ampas tahu (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu A0 = 0 kg plot-1, A1 = 2 kg plot-1, A2 = 4 kg plot-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), Luas daun (cm2) dan berat tongkol berkelobot plot-1 (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Pemberian kompos ampas tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun pada umur 6 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bobot tongkol per plot. Sedangkan interaksi perlakuan Trichoderma dan kompos ampas tahu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/120 Keragaan Beberapa Tanaman Kacangan Penutup Tanah Karena Pemberiaan Bakteri Rhizobium 2022-02-28T20:48:41+07:00 Asmara Sari Nasution asmarasari@gmail.com Efi Said Ali efisaidali@gmail.com <p>Penggunaan Leguminose Cover Crop (LCC) merupakan optimalisasi potensi lahan. LCC dapat memperbaiki kesuburan tanah. menekan pertumbuhan gulma. meningkatkan ketersediaan nitrogen dalam tanah. mengurangi laju erosi. Penelitian ini dilakukan di bulan Juli sampai dengan November 2021. Alat dan bahan yang digunakan : cangkul. ayakan. gembor. handsprayer. meteran. biji Mucuna bracteta. Pueraria javanica. dan Calopogonium caeruleum, tanah top soil, pasir, polibag hitam ukuran 14 x 21cm. terpal hitam 3 x 3m. bambu. pelepah kelapa sawit, insektisida Sevin 85 sp. Penelitian menggunakan RAK faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu; Jenis kacang-kacangan yang terdiri dari 3 jenis yaitu: K? = Mucuna bracteata. K? = Pueraria javanica. K3 = Calopogonium caeruleum. Faktor: Perlakuan Rhizobium yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu : R0= tanpa perlakuan Rhizobium. R? = perlakuan Rhizobium dosis 1 ml polibeg-1. R? = perlakuan Rhizobium dosis 2 ml polibeg-1 dengan ulangan 3. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Bakteri Rhizobium berpengaruh terhadap peningkatan jumlah bintil akar pada tanaman kacangan penutup tanah Mucuna bracteata. Pueraria javanica dan Calopogonium coeruleum. dan yang tertinggi terdapat pada Calopogonium caeruleum yang diberi Rhizobitum dosis 2ml</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/118 Pupuk Organik Cair Azolla (Azolla pinnata) dan Pupuk Kandang Ayam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L ) 2022-02-28T21:14:10+07:00 Erlita Chaniago erlitaaidil@gmail.com Nurma Ani nurmaaini@gmail.com Farida Hariani faridahariani@gmail.com Afriska Ristanti afriska@gmail.com <p>Penelitian dilaksanakan di Gedung Johor, Medan Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana &nbsp;faktor pertama adalah pupuk organik cair azolla (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu&nbsp; K<sub>0 </sub>= tanpa pupuk organik cair azolla, K<sub>1</sub> = 25 mlliter<sup>-1</sup> air, K<sub>2</sub> = 50 mlliter<sup>-1</sup> air, K<sub>3</sub> = 75 mlliter<sup>-1</sup> air. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N<sub>0</sub> = tanpa pupuk kandang ayam, N<sub>1</sub> = 1,5 kg&nbsp; plot<sup>-1</sup>, N<sub>2</sub> = 3 kg plot<sup>-1</sup>. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair azolla serta interaksi pupuk organik cair azolla dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua pengamatan. Pemberian pupuk kandang ayam terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun 6 MST, luas daun 4 MST, berat basah tanaman per sample dan per plot pada perlakuan N<sub>1</sub> merupakan perlakuan tertinggi .</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/119 Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia Diversifolia) Dan Babadotan (Ageratum Conyzoides) Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Di Laboratorium 2022-02-28T21:58:58+07:00 iwan hasrizart hasrizart68@yahoo.co.id Mutia Azhari mutia@gmail.com Nuraida Nuraida nuraida@gmail.com <p>Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (<em>Tithonia diversifolia</em>) Dan Babadotan (<em>Ageratum conyzoides</em>) Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk (<em>O. rhinoceros</em>) Di Laboratorium. Bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Ekstrak Daun Kembang Bulan dan Babadotan Terhadap Mortalitas Kumbang Tanduk di Laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari sampai April 2021. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 10 perlakuan, yaitu : K<sub>1 </sub>= &nbsp;5 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K<sub>2 </sub>= &nbsp;10 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K<sub>3</sub> = &nbsp;15 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K<sub>4</sub> = 20 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, K<sub>5</sub> = 25 ml ekstrak daun kembang bulan/l air, B<sub>1</sub> = 5 ml ekstrak babadotan/l air, B<sub>2</sub> = 10 ml ekstrak babadotan/l air, B<sub>3 </sub>= 15 ml ekstrak babadotan/l air, B<sub>4</sub> = 20 ml ekstrak babadotan/l air dan B<sub>5 </sub>= 25 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati ekstrak daun tanaman kembang bulan dan babadotan berpengaruh nyata terhadap persentase mortalitas larva&nbsp; <em>O. rhinoceros</em>. Persentase mortalitas larva <em>O. rhinoceros</em> tertinggi setelah 30 hari aplikasi terdapat pada perlakuan K<sub>5</sub> = &nbsp;83,33 %.</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/122 Pemanfaatan Limbah Solid Pabrik Kelapa Sawit Dan Konsentrasi Pupuk NPK (16-16-16) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Prenursery 2022-02-28T22:30:24+07:00 Bima Syahputra bimasaputra@gmail.com Ahmad Sofian sofian06edu@gmail.com Efi Said Ali efisaidali@gmail.com <p>Pertumbuhan bibit kelapa sawit dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan limbah solid pabrik kelapa sawit sebagai sumber hara dan pembenah tanah media tanam dipadukan dengan pembrian pupuk NPK yang mampu menyediakan hara secara cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah solid pabrik kelapa sawit dan konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nurseri. Penelitian dilaksanakan di Gedung Johor, Medan pada bulan Februari sampai April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah limbah solid (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 = tanpa perlakuan (kontrol), S1 = 300 g solid kg-1 tanah, S2 = 450 g solid kg-1 tanah. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N0 = tanpa perlakuan (kontrol), N1 = 0,2 g/100 ml air, N2 = 0,3 g/100 ml air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2) diameter batang (mm) bobot basah tajuk (g), bobot kering tajuk (g), bobot basah akar (g) dan bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah solid berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, berat basah dan kering tajuk, dan berat basah dan kering akar. Pemberian konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk. Sedangkan interaksi pemberian limbah solid dan konsentrasi pupuk NPK 16-16-16 berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat kering tajuk</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/agrofolium/article/view/101 Efektivitas Ekstrak Alala (Euphorbia neriifolia L) Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) 2022-01-10T14:59:16+07:00 Asmiardo Kahapa Lowang ardolowang250@gmail.com Yonce M. Killa yonce@unkriswina.ac.id Lusia Danga Lewu lusia@unkriswina.ac.id <p><em>Spodoptera frugiperda </em>(<em>Lepidoptera: Noctuidae</em>) merupakan hama baru pada pertanaman jagung di Indonesia. Insektisida nabati berbasis ekstrak batang alala (<em>Euphorbia neriifolia </em>L<em>)</em> berpotensi untuk mengendalikan ulat grayak (<em>Spodoptera frugiperda</em>). Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat toksisitas ekstrak batang alala (<em>Euphorbia neriifolia </em>L<em>)</em> pada 50% mortalitas hama (LC<sub>50</sub>), larva instar III diuji pada setiap ekstrak dengan metode celup daun jagung. Mortalitas larva (<em>Spodoptera frugiperda</em>) dengan semua ekstrak sangat meningkat antara 24 dan 48 jam sejak perlakuan (JSP). Analis Duncan pada uji lanjut DMRT taraf 5% 48 JSA, ekstrak batang alala (<em>Euphorbia neriifolia </em>L<em>)</em> masing-masing sekitar 70%-99% mortalitas larva&nbsp; hal ini beracun terhadap larva (<em>Spodoptera frugiperda</em>), pada taraf LC50, ekstrak batang Alala (<em>E.</em> <em>neriifolia</em>) 40% sekitar 3.29 kali lebih beracun terhadap larva (<em>S.frugiperda</em>) dari pada ekstrak batang Alala (<em>E.</em> <em>neriifolia</em>) 10%. Berdasarkan indeks kombinasi pada pengamatan 12, 24, 48 JSA, ekstrak batang Alala (<em>E.</em> <em>neriifolia</em>) pada taraf LC50 atau pada mortalitas 50% hama uji 0,25 dengan konsetrasi ekstrak 23.170 dari hasil analisis LC50. Sementara ekstrak&nbsp; batang Alala (<em>E.</em> <em>neriifolia</em>) mengakibatkan kematian ulat grayak (<em>S.frugiperda</em>), semua perlakuan konsentrasi uji dapat menghambat perkembangan ulat grayak (<em>S. frugiperda</em>) &nbsp;pada instar III. Dengan demikian, ekstrak batang alala (<em>Euphorbia neriifolia </em>L<em>)</em> berpotensi untuk digunakan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama ulat grayak (<em>S.frugiperda</em>).</p> 2022-02-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Agrofolium