https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/issue/feed Jurnal VORTEKS 2022-04-29T00:00:00+07:00 Zufri Hasrudy Siregar, S.T.,M.Eng jurnalvorteks@gmail.com Open Journal Systems <p>ISSN: <a title="ISSN cetak" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1603455655&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"><span class="fontstyle0">2746-9778 </span><span class="fontstyle2">(media cetak)</span></a>| ISSN: <a title="ISSN Online" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1603453399&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener"><span class="fontstyle0">2746-976X </span><span class="fontstyle2">(media online)</span></a><br /><br />Jurnal Vorteks dipublikasikan oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Al Azhar Medan. Artikel/karya ilmiah yang akan dimuat pada jurnal ini adalah Artikel/karya ilmiah yang berkaitan di bidang Sistem Teknik meliputi bidang Konversi Energi, Perancangan Mekanik dan Manajemen Proyek, proses Manufaktur, Material dan Sistem Produksi, Konstruksi Jalan Raya dan Air, Energi Terbarukan, Mekatronika. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu bulan Oktober dan April.</p> https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/144 Integrasi metode AHP dan TOPSIS dalam pemilihan supplier bahan baku sabun di PT. Berlian Eka Sakti Tangguh Medan 2022-04-12T12:57:19+07:00 Riza Nulsyah rnulsyah@gmail.com Meuthia Hasibuan meuthia@gmail.com Nismah Panjaitan nisma@gmail.com <p style="text-align: justify;">Pada saat ini banyak perusahaan yang menentukan <em>supplier</em> berdasarkan intuisi dan faktor kekerabatan, sehingga tidak disertai dengan evaluasi yang rasional dan terukur. Yang berakibat perusahaan sering tidak mendapatkan <em>supplier</em> terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan pemasok (<em>supplier</em>) pada PT. Berlian Eka Sakti Tangguh Medan, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang <em>manufacturing</em> yang memproduksi <em>Soap</em> <em>Plant</em> (pabrik sabun), dengan pendekatan metode <em>Analytic</em> <em>Hierarchy</em> <em>Process</em> (AHP) dan <em>Technique</em> For <em>Orders</em> <em>Reference</em> <em>by</em> <em>Similarity</em> <em>to</em> Ideal Solution (TOPSIS). Analisis data menggunakan kuesioner berpasangan, sehingga hasil yang didapat pemasok bahan baku (<em>supplier</em>) terbaik yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan perusahaan adalah CV. SMS sebagai <em>supplier</em> utama dengan bobot 0,3137 (AHP), 0,6873 (TOPSIS), <em>Supplier</em> II: CV. Intan Cemerlang (0,2831 - 0,6169), <em>Supplier</em> III: CV. Cherry (0,2330 - 0,4036) dan <em>Supplier</em> IV : CV. Ahmad Siddiq (0,1711 - 0,1618).</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Riza Nulsyah, Meuthia Hasibuan , Nismah Panjaitan https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/137 Penerapan metode Six Sigma pada pengendalian kualitas minyak goreng di PT. INNO-Wangsa Oil & Fat 2022-04-12T23:01:52+07:00 Rizky Ramadhan rizky.iky10@gmail.com Uun Novalia Harahap uun@gmail.com Rini Halilla Nasution rinihalila@gmail.com <p style="text-align: justify;">Pada output proses produksi minyak goreng terdapat produk outspect yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Output proses produksi minyak goreng yang outspect harus dilakukan rework sehingga mengeluarkan biaya produksi tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi produk outspect pada output proses produksi minyak goreng Mirna dengan menggunakan metode DMAIC Six Sigma. Kapabilitas sigma pada proses produksi minyak goreng pada Nopember 2020 didapat hasil tingkat cacat (proporsi) sebesar 0,115, DPO (defect per oppurtunity) sebesar 0,0287 dan DPMO (defect per million opportunities) sebesar 28.700 yang kemudian di konversikan melalui tabel maka didapatkanlah level sigma sebesar 3,40 sigma dan Dari nilai Cpk diatas yaitu sebesar 0,6332 dapat disimpulkan bahwa kemampuan proses produksi minyak goreng Mirna kurang mampu karena Cpk &lt; 1.5, maka perlu upaya-upaya giat untuk peningkatan kualitas menuju target yang diinginkan. Tingkat 3,40 sigma masih dikategorikan sebagai rata-rata industri di Indonesia.</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Rizky Ramadhan, Uun Novalia Harahap, Rini Halilla Nasution https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/138 Penerapan model HOR (HOUSE OF RISK) untuk mitigasi resiko pada produksi kusen di UD. Subur Jaya 2022-04-12T23:04:34+07:00 Suriandi Suriandia6@gmail.com Uun Novalia Harahap uun@gmail.com Rini Halilla Nasution rinihalila@gmail.com <p style="text-align: justify;">Semakin ketatnya persaingan terutama dalam sektor industri, perusahaan dituntut untuk berkompetisi menjadi perusahaan yang lebih unggul. Supply ChainManagement (SCM) merupakan suatu hal dalam perusahaan yang sangat penting untuk diperhatikan karena melibatkan semua elemen yang berpartisipasi dalam pergerakan usaha, mulai dari pemasok (supplier), perusahaan manufaktur, hingga customer. Secara umum semua kegiatan yang terkait dengan aliran material, aliran informasi, dan aliran finansial di sepanjang supply chain adalah kegiatan-kegiatan dalam cakupan SCM. Pendekatan HOR bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan merancang strategi penanganan untuk mengurangi probabilitas kemunculan dari penyebab resiko risiko dengan memberikan tindakan pencegahan pada penyebab resiko risiko. Penyebab resiko risiko atau penyebab risiko merupakan faktor penyebab yang mendorong timbulnya risiko. Masalah yang ada di UD. Subur Jaya adalah seringnya terjadi keterlambatan barang masuk,namun orderan konsumen menunmpuk. Terkadang hal tersebut menyebabkan masalah yang berdampak kepada kurangnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan serta keterlambatan pesanan kepada konsumen. Oleh karena itu dengan mengurangi penyebab resiko risiko berarti dapat mengurangi timbulnya beberapa kejadian risiko. Setelah dilakukannya pengolahan data pada bab sebelumnya dengan menggunakan metode House of Risk (HOR) untuk penanganan resiko yang terdiri dari 2 fase yaitu fase pertama mengidentifikasi resiko yang diminta dimana kejadian risiko da agent risiko diidentifikasi dan dilakukan perhitungan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Fase kedua merupakan penanganan risiko. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa&nbsp; apat diketahui resiko rantai pasok pada UD. Sumber Jaya yaitu terdapat 32 kejadian agen risiko, kemudian dilakukan pembuatan diagram pareto sehingga didapatkan sebanyak 18&nbsp; agen risiko. Penanganan risikoyang diterapkan dimulai dari melakukan koordinasi anatara pihak user dan pembuat PR. pihak Gudang, Produksi,danMarketing melakukankoordiasi Setiaphari kerja, melakukan penyesuaian data antara pada system dengan actual dilapangan</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Suriandi, Uun Novalia Harahap, Rini Halilla Nasution https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/139 Menentukan tingkat kerusakan jalan menggunakan metode International Roughness Index (IRI) pada ruas jalan Medan – Tebing Tinggi Provinsi Sumtera Utara 2022-04-12T23:03:24+07:00 Ahmad Ilham Ai6794336@gmail.com <p style="text-align: justify;">Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka untuk menenetukan Tingkat Kerusakan Jalan dengan menggunakan metode IRI <em>(International Roughness Index)</em> dengan menggunakan alat roughness meter NAASRA. Analisis mengunakan data Survey yang dilakukan oleh BP2JN Pemrov Sumatera Utara pada ruas jalan Medan – Tebing Tinggi Km. 75 sepanjang 5 (lima) kilometer, tepatnya di jalan setiabudi, dengan menggunakan metode NAASRA. Indikasi tingkat kerusakan jalan ditentukan melalui nilai IRI. Perolehan nilai IRI <em>(International Roughness Index)</em> dilakukan melalui hasil kalibrasi alat NAASRA selanjutnya dihitung dengan persamaan korelasi R<sup>2</sup>, melalui&nbsp; persamaan IRI y=a1x+a2. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ruas Jalan Setiabudi mengalami kerusakan sepanjang 4.000 meter (80%) dengan rata-rata nilai IRI = 11-13. Sedangkan sisanya sepanjang 1.000 meter berada dalam kondisi sedang, dengan nilai IRI=8. Dari jalan yang rusak tersebut diketahui bahwa ada 1.000 meter, berada dalam kondisi rusak berat dan harus segera mendapat penanganan berupa rekonstruksi.</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Ahmad Ilham https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/151 Pengaruh pengecoran timah hitam dengan timah murni terhadap laju korosi 2022-04-19T11:15:18+07:00 Arisjeresua Siregar arisjeresua12@gmail.com Andri Ramadhan andriramadhan@gmail.com Mawardi Mawardi mawardi@gmail.com <p style="text-align: justify;">Timah umumnya digunakan oleh para nelayan pada jala sebagai pemberat untuk menangkap ikan dilaut, di perairan Cirebon dikenal alat tangkap ikan bernama kejer yaitu benda yang terbuat dari timah yang dipakai sebagai pemberat oleh nelayan skala kecil. Potensi kelautan dan perikanan Sumatera Utara terdiri dari potensi tangkapan ikan dan budidaya perikanan, potensi ikan 276.030 ton/tahun. Hal ini menarik karena umumnya alat tangkap ikan menggunakan timah untuk pemberatnya sehingga penelitian ditujukan pada aspek tersebut yaitu korosi dan prosesnya dengan uji kekerasan <em>rockweel</em>. Penelitian menghasilkan laju korosi yang paling tinggi yaitu <em>specimen</em> Pb dan Sn B. dengan nilai laju korosi sebesar 0,00002%, 0,00004%, dan 0,00007%, laju korosi terendah terdapat pada spesimen Pb &amp; Sn A dengan nilai laju korosi 0,00001 %, 0,00002%, 0,00004%..Nilai kekerasan tertinggi adalah sebesar 26 HRB (nilai kekerasan <em>rockwell</em>), sedangkan nilai kekerasan terendah adalah 17 HRB, dengan nilai rata-rata kekerasan adalah sebesar 22,33 HRB. Kehilangan berat/<em>weight</em> <em>loss</em> akibat korosi yang terjadi pada spesimen timah Pb dan Sn yaitu semakin meningkatnya waktu perendaman pada spesimen maka semakin besar pula kehilangan berat yang terjadi pada spesimen</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Arisjeresua Siregar, Andri Ramadhan, Mawardi Mawardi https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/153 Analisis pengendalian kualitas pada Crude Palm Kernel Oil dengan metode Six Sigma di PT. X 2022-04-22T10:39:10+07:00 Irsyad Septiawan septiawanirsyad@gmail.com Margie Subahagia Ningsih margie@gmail.com Indra Gunawan indragunawan@gmail.com <p>Perkembangan industri kelapa sawit sedang meningkat di Indonesia, karena kelapa sawit merupakan tanaman primadona yang menjadi sumber devisa bagi negara. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan minyak kelapa sawit dan salah satu produksi perusahaan adalah minyak <em>Crude Palm Kernel Oil</em> (CPKO), agar bisa bersaing di pasaran, perusahaan berusaha terus meningkatkan kualitas dengan menekan angka produk <em>out of spesification</em> (<em>outspec)</em>. Pada data produksi tahun 2020-2021, diketahui produk masih banyak mengalami <em>outspec.</em> CPKO yang diproduksi dipengaruhi beberapa faktor yaitu, kadar asam lemak bebas (ALB), \ kadar air, kadar kotoran dan warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan yang meminimalisir produk <em>outspec</em> dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kualitas CPKO dengan menggunakan metode <em>Six Sigma</em>. <em>Six sigma </em>merupakan metode untuk meningkatkan kualitas produk mencapai target 3,4 kegagalan per satu juta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk barang dan jasa. Dalam <em>Six Sigma </em>ada lima fase untuk meningkatkan kualitas yaitu <em>Define, Measure</em>, <em>Analyze, Improve, Control</em>. Menggunakan metode <em>six sigma</em> diketahui kualitas produk minyak CPKO dari PT. X adalah 3.16 dengan <em>outspec</em> sebesar 502.703 kg. Faktor yang mempengaruhi kualitas CPKO adalah asam lemak bebas (FFA) dengan jumlah 443.214 kg/60,46 %, kadar air 156.201 kg/21,31 %, kadar kotoran 58.620 kg/8,00 %, dan warna 75.020 kg/10,23%, dimana asam lemak bebas yang menjadi faktor utama dalam penurunan kualitas CPKO</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Irsyad Septiawan, Margie Subahagia Ningsih, Indra Gunawan https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/152 Perencanaan kapasitas dan waktu produksi menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) pada industri tahu tempe 2022-04-20T09:55:04+07:00 Aziz Ahmadi Syam adyaziz36@gmail.com Zufri Hasrudy Siregar rudysiregar7@gmail.com Uun Novalia Harahap uun@gmail.com <p style="text-align: justify;">CRP yaitu kemampuan untuk menentukan, mengukur, dan menyesuaikan tingkat kapasitas atau proses untuk menentukan jumlah usaha dan sumber daya mesin yang diperlukan untuk menjalankan. Manufaktur. CRP merupakan teknik perhitungan kapasitas rinci yang dibutuhkan oleh MRP. Bila bahan-baku yang dimiliki <em>Home</em> <em>Industry</em> melebihi dari kebutuhan yang direncanakan untuk kebutuhan proses produksi, maka <em>Home</em> <em>Industry</em> menanggung risiko biaya yang cukup besar, baik itu akibat biaya penyimpanan bahan-baku maupun risiko biaya akibat kerusakan bahan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk merencanakan kapasitas produksi yang optimal yang berguna untuk efisiensi dan efektivitas produksi perusahaan tersebut. Untuk hasil penelitian tersebut didapat kapasitas sebesar 3,642 kg, dengan waktu kerja sebesar 168 jam / bulan. Dengan menggunakan jam kerja aktual 7 jam / hari menjadi 2 shift dalam 1 hari dengan 5 jam kerja ternyata perusahaan memiliki kelebihan kapasitas waktu dan produksi sebesar 10,076 menit/bulan dan diusulkan menjadi 8,220 menit/bulan</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Aziz Ahmadi Syam, Zufri Hasrudy Siregar, Uun Novalia Harahap https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/155 Pengendalian kualitas produk pulp dengan menggunakan metode Kaizen di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk 2022-04-24T00:20:02+07:00 Thony Herman Napitu thonyherman123@gmail.com Uun Novalia Harahap uun@gmail.com Jumadi Suratman jumadi@gmail.com <p style="text-align: justify;">Peningkatan kualitas produksi perusahaan keseluruhan dapat dilakukan dengan penurunan jumlah produk yang mengalami kerusakan atau off grade produk serta menghilangkan pemborosan berupa pengerjaan ulang akibat kerusakan produk secara terus menerus.tujuan penelitian ini dilakukan yaitu menganalisis kualitas produk di PT.Toba Pulp Lestari, Tbk dimana data hasil produksi 3 tahun terakhir diperoleh rata-rata off grade 2,68 %/ tahun sehingga dilakukan pendekatan dengan metode Kaizen yang menghasilkan kecacatan tertinggi yaitu jenis pulp low brightness sebesar 53,29 % dan nilai silica acid yang out spect sebesar 26,81% yang dilihat pada diagram pareto. Off grade yang berada diluar batas control menunjukkan bahwa proses yang terjadi dalam keadaan tidak stabil dikarenakan mengalami kenaikan dan penurunan.</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Thony Herman Napitu, Uun Novalia Harahap, Jumadi Suratman https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/154 Analisis Perhitungan debit banjir rencana di bendung karet bandar sidoras 2022-04-24T00:21:09+07:00 wiwin nurzanah wiwinnurzanah@umsu.ac.id Said Iskandar Muda saidiskandar@gmail.com Randi Gunawan randigunawan@gmail.com Sri Devi Tara Diva sridevitara@gmail.com <p style="text-align: justify;">Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh curah hujan yang meningkat pada aliran Sungai Sei Percut terhadap bendung karet Bandar Sidoras. Dari hasil penelitian, besar nya curah hujan maksimum yang diambil dari Stasiun hujan klimatologi Sampali, pada bendung karet Bandar Sidoras untuk empat kala ulang sebesar: Kala ulang 2 Tahun = 125,04 mm, Kala ulang 10 Tahun = 169,77 mm, Kala ulang 25 Tahun = 186,66 mm dan Kala ulang 50 Tahun = 197,51 mm. Data debit air stasiun <em>AWLR</em> Tembung didapat debit maksimum Q50 sebesar 304,59 m3/det. Hasil analisis debit banjir dengan metode nakayasu untuk kala ulang 2, 10, 25, dan 50 tahun adalah 323,71m3/det, 401,51m3/det, 483,24m3/det, 1008,40 m3/det. Hasil analisis debit banjir dengan metode rasional untuk kala ulang 2, 10, 25, dan 50 tahun adalah 648,166 m3/det, 879,993 m3/det, 967,579 m3/det, dan 1023,788&nbsp; m3/det. Hasil analisis debit banjir dari kedua metode sintetik dengan menggunakan data sungai yang sama diperoleh hidrograf satuan sintetik yang dapat diterapkan untuk mendapatkan hasil yang relevan adalah metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 wiwin nurzanah, Said Iskandar Muda, Randi Gunawan, Sri Devi Tara Diva https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/146 Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen bengkel Motor Aji 2022-04-19T11:20:54+07:00 a.arzahid savithra arzahid arzahidsavithra612@gmail.com Margie Subahagia Ningsih margie@gmail.com Nabila Yudisha nabilayudisha@gmail.com <p>Bengkel motor Aji salah satu usaha bidang jasa berupa perbaikan dan perawatan sepeda motor. Dengan persaingan yang tinggi maka pengusaha/perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan konsumen. Jika kepuasan konsumen terpenuhi maka konsumen akan datang kembali dan merekomendasikan ke orang lain untuk melakukan hal yang sama. Jika kepuasan konsumen tidak terpenuhi maka konsumen akan meninggalkan perusahaan tersebut. Berdasarkan survei pendahuluan terdapat penurunan pengunjung sebanyak 20% dari tahun 2020 di Bengkel Motor Aji. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan di Bengkel Motor Aji menggunakan metode <em>Service Quality</em>. Metode <em>servqual</em> ialah metode yang sering digunakan untuk mengukur jasa pelayanan dengan menentukan <em>servqual</em> score/pringkat prioritas perbaikan dan <em>actual servqual</em> score/membandingkan kualitas pelayanan yang telah diberikan dengan kepuasan pelanggan. Metode <em>servqual</em> meliputi 5 dimensi yaitu: <em>tangible, realibility, responsivenees, assurance dan emphaty</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan servqual score pada dimensi <em>tangible</em> (-0,12), <em>realibility</em> (-0,13), <em>responsivenees</em> (-0,27), <em>assurance</em> (-0,28), dan <em>emphaty</em> (-0,13) dengan prioritas perbaikan pada dimensi <em>assurance</em>. Sedangkan hasil pengukuran <em>actual servqual score</em> terdapat lima dimensi yang belum mencapai kepuasan konsumen. Usulan perbaikan ialah memberikan informasi yang jelas sebelum perbaikan, meberikan garansi dan penuhan suku cadang yang lengkap</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 a.arzahid savithra arzahid, Margie Subahagia Ningsih, Nabila Yudisha https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/148 Preservasi jalan batas Kota Medan- Tanak Karo dengan pendekatan metode long segmen 2022-04-27T01:57:15+07:00 Slamet Priyadi bibibawi052712@gmail.com <p style="text-align: justify;">Prinsip dasar manajemen aset infrastruktur merupakan tugas, pengetahuan dan sains untuk mengelola infrastruktur selama umur siklus hidupnya agar infrastruktur dapat berfungsi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk menjalankan prinsip dasar manajemen aset tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menerapkan program Preservasi Jalan. Preservasi Jalan Skema Long Segment yaitu penanganan preservasi jalan dalam batasan satu panjang segment yang menerus (bisa lebih dari satu ruas) yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi jalan yang seragam yaitu jalan mantap dan standar sepanjang segment. Sistim Preservasi Jalan dengan Skema Long Segment merupakan upaya dalam peningkatan performa jalan, dimana pemeliharaan jalan berbasis kinerja agar memenuhi tingkat layanan Jalan. Upaya Direktorat Jenderal Bina Marga memberlakukan Pemeliharaan Jalan Skema Long Segment bertujuan untuk meningkatkan kinerja pelaku pemeliharaan jalan agar mencapai target nasional kemantapan jalan. Pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Skema Long Segment masih mengalami kendala dalam pelaksanaannya, terlihat dari adanya pelaksanaan proyek yang mengalami sanksi denda keterlambatan, mutu konstruksi yang kurang baik, serta keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Dilihat masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaannya, maka diperlukan penentuan faktor bagi analisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan Kontrak Preservasi Jalan Skema Long Segmen. Preservasi Jalan yang dilaksanakan pada tiga titik lokasi diKota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Tanah Karo. Preservasi yang dilakukan terdiri dari Preservasi Pengendalian dan Preservasi Rekonstruksi, yaitu Pemeliharaan Rutin Biasa, Pemeliharaan Rutin Kondisi, dan Holding. Preservasi Jalan Skema Long Segment ini akan berhasil dalam pelaksanaan proyek dilihat dari indikator biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan serta diharapkan dapat memenuhi keberhasilan pencapaian kemantapan jalan.</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Slamet Priyadi https://jurnal.alazhar-university.ac.id/index.php/vorteks/article/view/160 Evaluasi sistem penggroundingan tower base transceiver station pada PT. X 2022-04-27T06:01:56+07:00 Panangian Mahadi mahadi@gmail.com Ela Vonica elavonica98@gmail.com Sri Indah Rezkika sriindah@gmail.com Sari Novalianda sarinovalianda@gmail.com <p style="text-align: justify;">Kebutuhan layanan telekomunikasi nirkabel telah mendorong peningkatan jumlah tower di Indonesia yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima (<em>Base Transceiver Station</em> – BTS) sinyal komunikasi. Hal ini diperlukan untuk menjamin kelancaran layanan telekomunikasi diantara pengguna layanan telekomunikasi. Namun, untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai maka tower dirancang dengan ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah. Sehingga, hal tersebut menyebabkan tower berpeluang terhadap dampak sambaran petir khususnya pada daerah dengan jumlah petir pertahun yang tinggi. Dengan demikian, peluang kerusakan peralatan tower atau BTS akibat sambaran petir juga tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada tower dipasang sebuah sistem penangkal petir yang umumnya tersusun dari penangkal petir eksternal dan penangkal petir internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem penangkal petir eksternal khususnya pada bagian tahanan pentanahan di salah satu BTS di Kota Medan. Untuk mengetahui kinerja tahanan pentanahan tersebut maka telah dilakukan perbandingan hasil pengukuran tahanan pentanahan terhadap standar PUIL 2000. Selain itu, dilakukan juga perbandingan nilai tahanan pentanahan berdasarkan hasil pengukuran dan hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data spesikasi sistem pentanahan pada BTS yang diperoleh dari lapangan maka diketahui nilai tahanan pentanahan pada BTS sebesar 0,43?, nilai tahanan pentanahan kaki tower sebesar 0,70? dan tahanan pentanahan penangkal petir 0,78?. Sedangkan hasil pengukuran tahanan pentanahan menggunakan alat earth tester diperoleh nilai tahanan pantanahan BTS sebesar 0,5?, tahanan pentanahan kaki tower 0,70? dan tahanan pentanhan penangkal petir 0,78?. Dengan demikian, tahanan pentanahan pada BTS tersebut telah memenuhi Standar PUIL 2000 yaitu tidak lebih dari 1 Ohm</p> 2022-04-28T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Panangian Mahadi, Ela Vonica, Sri Indah Rezkika, Sari Novalianda