Penyuluhan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga dimasa pandemi di desa bakaran batu kecamatan batang kuis Kabupaten Deli Serdang

Penulis

  • Erlita Chaniago Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar
  • Aisyah lubis Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar
  • Dermawan Hutagaol Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar
  • Farida Hariani Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar
  • Nurma Ani Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar

DOI:

https://doi.org/10.54123/deputi.v2i1.112

Kata Kunci:

pandemi, tanaman obat keluarga, obat tradisional

Abstrak

Dimasa pandemi saat ini umumnya masyarakat enggan untuk berobat ke Rumah Sakit, dengan berbagai macam alasan.  Tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan, dengan pertimbangan karena dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Tanaman obat dapat dijadikan obat yang aman, tidak mengandung bahan kimia, murah, dan mudah didapat.Gaya hidup kembali ke alam, saat ini semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyararakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh bahan bahan kimia, baik yang terkandung dalam makanan ataupun obat-obatan. Dampak dari itu penggunaan obat-obat tradisional sudah kembali membudaya di Indonesia.Indonesi sangat kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya berupa ratusan jenis tumbuhan/tanaman obat. Tumbuhan tersebut banyak dimanfaatkan selain untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit, juga untuk peningkatan daya tahan tubuh, serta pengembalian kesegaran yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat.Jenis tanaman obat, pada umumnya lebih banyak tumbuh sebagai tanaman liar, akan tetapi pada saat ini tanaman obat banyak ditanam di kebun dan dilahan pekarangan. Oleh karena itu bibit tanaman obat banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemanfatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) . Metode yang diberikan adalah dengan cara penyuluhan ,diskusi dan bermusyawarah tentang pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga. Dan kesimpulanya masyarakat paham bagaimana memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman obat-obatan

Referensi

Berita Desa. 2020. Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA). http://kalirejo-kulonprogo.desa.id/index.php/artikel/2020/6/7/manfaat-tanaman-obat-keluarga-toga

Ibrahim Hasan, 2021. 12 Jenis Tanaman Toga, Lengkap dengan Manfaatnya BagiKesehatan. https://www.merdeka.com/jateng/12-jenis-tanaman-toga-lengkap-dengan-manfaatnya-bagi-kesehatan-kln.html

Nandy. 2021. https://www.gramedia.com/best-seller/tanaman-obat-keluarga/

Susi Mindarti dan Bebet Nurbaeti, 2015. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat

Diterbitkan

2022-02-21

Cara Mengutip

Chaniago , E., lubis , A., Hutagaol, D., Hariani, F., & Ani, N. (2022). Penyuluhan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga dimasa pandemi di desa bakaran batu kecamatan batang kuis Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI), 2(1), 63–66. https://doi.org/10.54123/deputi.v2i1.112

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama